Tjnews,Bungo — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memunculkan dampak serius bagi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Bungo. Keruhnya air baku akibat aktivitas ilegal tersebut membuat PDAM Pancuran Telago kewalahan dalam proses penyaringan air bersih yang akan dialirkan kepada pelanggan.
Operator PDAM Pancuran Telago, Ismail, mengungkapkan bahwa kondisi air saat ini jauh dari kata normal. Tingkat kekeruhan yang tinggi memaksa pihak PDAM bekerja ekstra, baik dari sisi tenaga maupun operasional.
“Biasanya kami hanya membutuhkan sekitar 150 kilogram tawas untuk menjernihkan air. Namun saat ini, jumlahnya bisa mencapai 300 kilogram, bahkan lebih,” ujar Ismail, Kamis 22/01/2026.
Menurutnya, lonjakan penggunaan bahan penjernih tersebut menjadi indikator kuat bahwa kualitas air baku semakin memburuk, diduga kuat akibat aktivitas PETI yang mencemari aliran sungai. Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya membebani operasional PDAM, tetapi juga berpotensi mengancam kualitas air konsumsi masyarakat.
“Dampaknya sangat terasa dan langsung berhubungan dengan air yang dikonsumsi warga Kabupaten Bungo setiap hari,” tegasnya.
Eka Yasa selaku direktur PDAM pancuran telago berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah tegas dan nyata untuk menghentikan aktivitas PETI, demi menjaga kelestarian lingkungan serta menjamin ketersediaan air bersih yang aman bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, persoalan PETI masih menjadi pekerjaan rumah serius yang menuntut sinergi semua pihak agar dampak lingkungan yang lebih luas dapat dicegah.










































