Tjnews,Bungo-Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD),menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai kegiatan pemekaran desa /dusun dalam Kabupaten Bungo dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi Pada Kamis(18/25)dihotel Odua Weston Jambi.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt.Kepala dinas PMD Syafrizal SE,didampingi oleh Kepala bidang pemerintah dusun Tresno Putra Utomo serta peserta FGD dan tamu undangan lainnya.
Adapun kegiatan FGD tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemekaran dusun memenuhi semua persyaratan prosedural dan substantif, serta mempertimbangkan aspek sosial dan demografi, dengan melibatkan koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi yang turut dihadiri oleh kadis DP3AP2 Provinsi Jambi Drs.R.Najmi sebagai narasumber diacara FGD pemekaran dusun diikuti oleh 9 dusun yang masuk kategori pemekaran dalam kabupaten bungo.
Pada kesempatan itu Plt.Kadis PMD Bungo Syafrizal SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD (Focus Group Discussion) pemekaran dusun adalah diskusi terfokus untuk membahas, merencanakan, dan mengevaluasi proses pembentukan desa baru atau pengembangan desa yang sudah ada, melibatkan pemerintah, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan akademisi untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kebutuhan, menggali potensi, serta mengatasi kendala teknis dan regulasi (seperti syarat penduduk, wilayah, dan tata kelola) demi pembangunan desa yang efektif
Kolaborasi antara DP3AP2 dan PMD menunjukkan adanya pendekatan yang holistik dalam pembangunan dan penataan wilayah desa, tidak hanya berfokus pada aspek administratif pemerintahan desa semata, tetapi juga pada aspek sosial dan kesejahteraan masyarakatnya.
“FGD ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta mengenai alasan, prosedur, dampak positif dan negatif, serta tantangan yang terkait dengan pemekaran desa/dusun adapun tahapan selanjutnya ditingkat provinsi yang nantinya akan menunggu kode untuk dusun persiapan pemekaran”ujarnya.(*)










































